Skenario Pendakian Semeru 2 Hari 1 Malam
Kalimati_Camp Ground terakhir sebelum puncak |
Dibukanya pendakian Gunung Semeru
tentu menggunakan protokol baru, mengingat si virus korona kampret ini
tak kunjung pulang ke asalnya. Adapun beberapa protokol baru yang diberlakukan
adalah pembatasan kuota pendakian yang hanya 120 orang saja setiap hari,
mematuhi protokol kesehatan, serta pendakian Semeru yang biasanya menghabiskan
waktu 3 hari 2 malam kini hanya diperbolehkan 2 hari 1 malam saja.
Sebagai pribadi yang beruntung pernah
mendaki Gunung Semeru dengan estimasi waktu 3 hari 2 malam yang menurutku cukup
ngebut. Kali ini pihak TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) membuat
kebijakan hanya 2 hari 1 malam saja waktu yang diberikan membuatku menelan
ludah. Ini tantangan buat semua Pendakiwan dan Pendakiwati yang mau mendaki
Semeru, pastikan dengkul dan punggungmu siap ya Lur.
Tapi nggak masalah, rindu harus dibayar tuntas. Kerinduan akan indahnya
Danau Ranu Kumbolo dan cantiknya Oro-oro Ombo sudah sampai ubun-ubun. Belum
lagi rindu minum secangkir kopi saset sambil memandangi sunrise di Ranu Kumbolo, edyan
rek syahdu tenan.
Karena kata Dilan rindu itu berat
maka wajib dituntaskan. Oleh karena itu demi menjadi pribadi yang solutip seperti Bu Tedjo berikut saya
buat skenario pendakian Gunung Semeru dengan estimasi 2 hari 1 malam yang bisa
kamu lakukan.
Skenario 1, Santuy di Ranu Kumbolo
Karena waktu pendakian sangat singkat
namun tetap ingin chill menimati
perjalanan. Mendaki hanya sampai Ranu Kumbolo merupakan sebuah solusi yang
tepat. Estimasi waktu yang dibutuhkan dari Basecamp
Ranu Pani sampai ke Ranu Kumbolo hanya membutuhkan waktu 5-6 saja, tidak perlu
terburu-buru. Kamu juga bisa fota-foto selfa-selfi di perjalanan.
Keuntungan yang akan kamu dapatkan
selain tidak terburu-buru adalah kamu tetap bisa explore Savana Oro-oro Ombo dan bertemu si cantik Verbena Brasiliensis. Keuntungan lain
yang bisa kamu dapatkan adalah sumber air melipah di Ranu Kumbolo, sehingga
kamu hanya perlu membawa air secukupnya saja dari basecamp. Selain itu kamu juga bisa menikmati sunrise di Ranu Kumbolo di pagi harinya. Setelah itu bisa langsung
bersiap kembali ke basecamp.
![]() |
Ranu Kumbolo dari Tanjakan Cinta |
Skenario 2, Menikmati Puncak Mahameru di Kalimati
Semeru memang punya banyak surga,
selain Ranu Kumbolo dan Oro-oro Ombo, Kalimati
merupakan lokasi terakhir pendaki untuk mendirikan tenda. Dari Kalimati
puncak Mahameru akan terlihat sangat gagah, bahkan semburan wedhus gembel yang keluar dari Kawah Jonggring
Saloko juga terlihat di kawasan Kalimati ini.
Dengan waktu 2 hari 1 malam jadi hari
pertama targetnya kamu sampai di Kalimati dengan estimasi waktu 8 jam
perjalanan dari Basecamp Ranu Pani. Berangkat pagi hari maksimal jam 9.00 kamu
bisa rehat dan makan siang di Ranu Kumbolo, lumayan kan makan siang sambil
memandangi Ranu Kumbolo. Setelah itu lanjutkan perjalanan sampai Kalimati
dengan perkiraan sampai sore atau malam. Paginya kamu bisa menikmati minum kopi
sambil memandangi gagahnya Puncak Mahameru puncak abadinya Para Dewa. Setelah
puas menikmati pemandangan dan explore
Kalimati, kamu bisa langsung bersiap kembali pulang ke Basecamp Ranu Pani.
Keuntungan yang bisa kamu dapatkan
saat memilih skenario kedua ini adalah, kamu bisa menikmati puncak Mahameru
dari dekat. Jika kamu memilih skenario 1, dari Ranu Kumbolo puncak Semeru
terlihat jauh, tidak sedekat dari Kalimati. Selain itu jika memilih Skenario ke
2 kamu bisa menikmati pemandangan pos Cemoro Kandang dan Jambangan. Menurut
penuturan dari petugas Basecamp Ranu Pani, saat berada di Jambangan kita tidak
diperbolehkan berjalan sendirian, karena beberapa kali terlihat macan melintas
di pos Jambangan ini.
Selain keuntunga, kelemahan jika
memilih skenario ke 2 adalah sumber air di Kalimati lokasinya cukup jauh yaitu
di “Sumber Mani” yang jaraknya kurang lebih 1 jam bolak-balik. Jadi kamu harus
memastikan persediaan airmu cukup ya Lur.
![]() |
Pos Jambangan |
Karena waktu yang terbatas mendaki ke
puncak sangat tidak direkomendasikan, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai
puncak dari Kalimati masih 6-7 jam lagi dan sangat menguras tenaga karena trek
yang akan dilalui adalah jalan berpasir. Belum lagi pendakian di puncak harus
dilakukan tengah malam, jadi mendaki ke puncak dengan estimasi 2 hari 1 malam sangat
tidak direkomendasikan.
Ingat ya Lur, kita mau menuntaskan
rindu bukan menuntaskan nyawa. Jadi tidak perlu ngoyo sampai puncak yang malah bisa mengancam nyawamu. Sudah Alhamdulillah-kan, pihak TNBTS mau
membuka kembali pendakian ke Semeru di situasi pandemi ini, jangan sampai
besoknya malah bikin TNBTS menutup pendakian lagi lho ya.
Oh ya, sekadar mengingatkan jangan
lupa patuhi protokol kesehatan ya lur.
Komentar