Pendakian Gunung Papandayan, Gunung Cantik Banyak Bonusnya
Gunung Papandayan merupakan salah
satu gunung aktif di Indonesia. Gunung Papandayan memiliki ketinggian 2.662
MDPL terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat lebih tepatnya di Desa Cisurupan.
Gunung Papandayan merupakan gunung yang cukup populer di kalangan pendaki
Indonesia. Selain hutan matinya yang menjadi daya tarik, kawah dan pemandian
air panasnya tidak kalah menarik. Trek pendakiannya pun tidak begitu sulit,
karena memang selain untuk pendakian Gunung Papandayan kerap dijadikan lokasi nge-Trail, oleh para pencinta Trail
tentunya. Pemandangan di sepanjang jalan
pun tidak kalah menarik, gagahnya Gunung Cikuray yang katanya angker itu akan
terlihat jelas saat perjalanan menuju basecamp pendakian Gunung Papandayan.
Salah seorang tim Kitadanransel akhir
tahun lalu berkesempatan berkunjung ke Gunung Papandayan. Dengan berbekal niat
dan semangat kami berangkat dari Jogja pada tanggal 16 November 2018. Menggunakan
kereta ekonomi Kahuripan dengan tujuan Jogja-Bandung. Berangkat pukul 18.00 dan
sampai di Stasiun Kiaracondong pada pukul 03.00 dini hari. Harga tiket Kereta Kahuripan
Rp. 80.000,-.
Sesampainya di Bandung, kami bertemu
dengan kawan Backpacker Indonesia di Alun-alun Kota Bandung. Sinambi menunggu
hari mulai terang, kami menghabiskan waktu untuk tidur dan beribadah di Masjid
Raya Kota Bandung. Beruntung sekali kami datang kembali ke Bandung kondisi
alun-alun sudah semakin membaik. Selain bersih ada beberapa spot di alun-alun
bisa dijadikan tempat berswafoto dan nyaman untuk beristirahat.
![]() |
Masjid Raya Bandung |
Ada beberapa catatan yang perlu diingat jika ingin beristirahat di
sekitar alun-alun dan masjid yaitu keamanan barang berharga. Belum lama setelah kami
pergi dari alun-alun ada seorang kawan yang kehilangan barang berharganya di
Masjid Raya, padahal posisi saat itu dompet dan hp ada di dalam tas, jadi
keamanan harus benar-benar dijaga.
Matahari sudah menampakan diri, kami
mulai bersiap-siap. Tidak lupa kami sarapan pagi, di sekitar Alun-alun Bandung.
Jika tidak salah kami makan di salah satu warung makan cukup nyentrik namanya
Ayam SPG, lokasinya di samping Masjid Raya.
Usai mengisi perut dengan Ayam SPG, perjalanan menuju Garut kami
memilih menggunakan pickup. Bersama salah seorang kawan baru dari Bandung yang
tengah merintis usaha rental outdoor dan transportasi gunung (dicatatan akhir
saya akan memberikan kontaknya). Perjalanan yang ditempuh dari Bandung Menuju Garut memakan waktu 3-4 jam.
waktu itu kami memakan waktu 4 Jam karena ada jalan di Garut yang sedang
ditutup.
Perjalanan kami mulai pukul 12.30
tepat dan sampai di basecamp pukul 16.30 WIB. Oh iya FYI jika kawan-kawan
hendak mendaki ke Papandayan namun menggunakan transportasi umum, kawan-kawan
akan diturunkan di Desa Cisurupan. Di depan jalan masuk, kawan-kawan bisa
menggunakan jasa ojek yang harganya berkisar Rp. 30.000,- atau menggunakan
pickup yang harganya Rp. 20.000/orang, tapi pickup akan berangkat jika
penumpang berjumlah 10 orang.
Sebelum sampai di basecamp David akan
ada pos Taman Nasional, kawan-kawan akan membayar simaksi di sana. Harga simaksi
pendakian Gunung Papandayan Rp. 65.000,- per orang. Jika tidak camp atau hanya
berkunjung hanya dikenakan tarif Rp. 30.000,-
![]() |
Pos Taman Nasional |
Usai dari pos Taman Nasional kawan-kawan akan sampai di Camp David Gunung Papandayan. Basecamp Gunung Papandayan memang terlihat lebih modern (dari gunung-gunung di Jawa Tengah) mungkin karena Gunung Papandayan sudah masuk ke dalam kawasan wisata, jadi lahan parkir dan warung banyak mendominasi. Bahkan ada penginapan di sana.
Oke baik, mari kita mulai untuk waktu
pendakiannya.
Basecamp – Pos 1
Pendakian kami lakukan usai sholat
isya (sangat tidak dianjurkan) karena estimasi waktu kami sampai di basecamp
sore hari meleset dan terpaksa harus mendaki di malam hari. Perjalanan dari
Camp David menuju pos 1 memakan waktu sekitar 1 jam. trek di dominasi oleh
batu-batu kerikil. Namun jalan cukup enak karena sudah di tata sedemikian rupa.
Pada pendakian menuju pos satu jika dilakukan malam hari harus cepat-cepat
karena bau belerang dari kawah sangat pekat. Jika terhirup terlalu banyak akan
berbahaya untuk pernapasan.
Sampai di pos 1 ada warung warga yang
siap melayani para pendaki. Jika sampai di pos ini, akan ada dua jalur yang
bisa dilalui untuk mencapai pos 2 yaitu lewat hutan mati, atau lewat jalur
utama.
Pos 1 – Pos 2
Karena kami melakukan pendakian
malam, kami memilih menggunakan jalur utama. Mengingat jalur hutan mati berarti
harus melewati kawah yang bau belerangnya terus keluar, kami memilih jalur yang
lebih aman. dari pos 1 menuju pos 2 memakan waktu sekita 1,5 jam. Track menuju
pos 2 cukup menantang, jalur sedkit curam (karena pendakian malam jalur tidak
terlalu keliatan) namun masih bisa dilalui, Alhamdulillah dengan selamat.
Sesampainya di pos 2 akan disambut
kembali oleh warung-warung milik warga sekitar. selain warung, di pos 2
terdapat toilet yang bisa para pendaki gunakan.
Pos 2 – Pondok Salada
Pondok Salada adalah lokasi camping
favorit oleh para pendaki. karena lokasinya cukup luas dan banyak pepohonan. Sehingga
bisa melindungi jika terjadi badai. Dari pos 2 menuju pondok saladah memakan
waktu 30 menit. Track yang dilalui adalah jalanan sempit diantara pohon-pohon
namun cukup landai. Di Pondok Saladah seperti biasa ada warung-warung warga dan
toilet. Pokoknya mendaki Gunung Papandayan tidak perlu takut kehabisan bateray
karena warung warga ada di setiap pos.
![]() |
Tugu Pondok Saladah |
Ada beberapa catatan jika kawan-kawan mendirikan tenda di Pondok Saladah, salah satu ancaman terbesar di sana adalah banyaknya babi hutan yang masih berkeliaran. tak jarang banyak tenda yang robek karena di seruduk oleh babi hutan. Babi hutan datang ditandai dengan gonggongan anjing hutan. Biasanya muncul ditengah malam, jadi untuk makanan dan peralatan masak harus digantung diatas pohon. Tidak boleh di masukan ke dalam tenda.
![]() |
Kondisi sekitar Pondok Saladah |
Pondok Salada – Hutan Mati
Usai beberes dan merapikan tenda kami
bergerak menuju hutan mati yang jaraknya tidak jauh dari pondok Salada, hanya memakan
waktu 30 menit saja. usai berfoto ria ada dua pilihan antara ke puncak atau ke
Tegal Alun. FYI Tegal Alun merupakan padang Edelweis terluas di Indonesia. Jika
ingin ke Tegal Alun memakan waktu kurang lebih satu jam dari Hutan Mati.
![]() |
Dead Forest |
Namun, karena kami mengejar waktu
kami memilih untuk langsung kembali ke camp David menikmati kawah Papandayan
yang aduhai. Atau bisa menikmati mandi air panas di dekat Camp David yang
dikenakan biaya Rp. 30.000,- mantap bukan. ~
Estimasi Biaya
-
Tiket
PP Kereta Kahuripan Jogja-Bandung PP = Rp. 160.000,-
-
Simaksi
Gunung Papandayan = Rp. 65.000
-
Pemandian
air panas papandayan = Rp. 30.000,-
-
Harga
trans Bandung = Rp. 5000,-
-
Harga
transport Bandung-Garut PP = bisa menguhubungi Selter.adv
Basecamp Selter Adventure di dekat
UIN Bandung, atau bisa mengubungi nomor 085223555469
(Yudha).
Terimakasih semoga membantu, jika
ingin bertanya lebih detail atau ingin berlibur ke Jogja dan sekitarnya bisa
mengubungi saya di
WA : 0895363571701
IG : Idamaann
Line : idamandalawangi
Matur Sakalangkongggggg~
![]() |
HOLIYAY TEAM |
Komentar