Pesona Kawah Ijen dan Budget Perjalanan Jogja - Kawah Ijen


            16 Juli 2016 menjadi sejarah bagi Aku dengan sahabatku Dinda Bekti. Perjalanan yang kami lakukan hanya berdua menuju daerah Banyuwangi Jawa Timur. Perjalanan tersebut kami lakukan dengan menggunakan kereta api ekonomi yaitu kereta “Sri Tanjung” jurusan Lempuyangan – Banyuwangi baru. Budget yang kami targetkan tidak banyak hanya dengan 500 ribu, dipergunakan untuk 7 hari. Berbagai bekal sudah kami persiapkan mulai dari makanan instan, baju ganti, cemilan, tenda, kompor, beras, alat mandi, dll. Bekal tersebut sudah kami minimalisir dengan sedemikian mugkin. Karena kami ingin mencoba survival di TKP nanti.
 Aku dan Dinda sebelum berangkat Di Stasiun Lempuyangan
 
         Budget yang kami butuhkan untuk tiket kereta kemarin berkisar Rp 196.000,- untuk tiket kereta PP (Pulang-Pergi) angka yang cukup kecil pada saat itu. tiket kami beli sudah sekitar 1 bulan sebelum keberangkatan, karena untuk menghindari kehabisan tiket karena pada hari itu adalah hari +7 Lebaran 2016. Kereta berangkat pada pukul 7.15 dan prediksi tiba di banyuwangi pukul 09.00 jadi memakan waktu sekitar 14 jam. Hal itu menjadi pertimbangan untuk membawa bekal yang cukup agar tidak sampai kelaparan di dalam kereta karena perjalanan yang cukup memakan waktu.
Aku dan Dinda di dalam kereta Sri Tanjung


            Destinasi tempat yang akan kami tuju adalah Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pulau Merah, Pantai Wedi Ireng, Teluk Hijau, dan kota Banyuwangi. Pada kala itu kami berangkat dari Lempuyangan dan berhenti di Stasiun Karang Asem. Stasiun Karang Asem lebih dekat dengan Kawah Ijen. Akhirnya kami sampai di Stasiun Karang Asem pukul 09.00. kami turun dari kereta dan mencari wisma di luar stasiun. Nampak saat kita keluar dari stasiun karang asem, banyak sekali pendaki-pendaki yang tengah duduk di teras wisma. Kemungkinan besar mereka adalah para pendaki yang telah usai mendaki Gunung Ijen. Prediksi kami ternyata tidak meleset, kala itu mereka tengah turun dari kawah ijen dan berniat akan kembali ke rumah masing-masing. 
Stasiun Karang Asem


            Karena kami berdua disitu benar-benar tidak tau arah dan tujuan, akhirnya kami bertanya dengan para pendaki tersebut, dan memang sesama kaum pencinta tas besar memang tidak dapat diragukan keramahannya. Para pendaki tersebut memberikan kami petunjuk agar kami malam itu harus segera berangkat ke kawah ijen mengingat destinasi dan waktu yang kami berikan begitu singkat. Akhirnya kami menyewa sepeda motor selama 4 hari. Harga sewa motor di “Wisma Dewi” adalah Rp 75.000/hari. Total kami menyewa jadi Rp 300/4 hari. Usahakan untuk yang ingin menyewa motor untuk memboking terlebih dahulu motor yang akan disewa karena pemesanan sepeda motor sangat banyak dan bisa jadi tidak kebagian karena tanpa boking. 

            Kami melakukan perjalanan hanya dengan bermodalkan GPS dan Petunjuk Jalan. Jalanan malam menuju kawah Ijen ternyata tidak mudah karena harus melewati beberapa kali hutan lindung dan jalanan licin yang berkelok-kelok. Namun alhamdulillahnya kami sampai di Basecamp kawah ijen dengan selamat. Kami sampai sekitar pukul 12 malam. Kami langsung mendirikan tenda dan menyalakan kompor untuk memberikan pengahangat. Kami melakukan pendakian pada pukul 4 Pagi. Pada saat itu kawah ijen sangat ramai hingga hampir penuh jalan pendakian, karena pada saat itu ada pendakian massal dari Luar negri yang ingin menikmati blue Fire yang hanya ada 2 di dunia. Yang salah satunya ada di Indonesia. perjalanan menuju ke kawah memang cukup mudah, karena akses sudah bagus. Pengelola Kawah Ijen sudah paham bahwasannya Kawah Ijen merupakan destinasi wisata yang banyak di minati. 
Suasana Kawah Ijen kala itu


            Oh iya sebelum pendakian kita wajib menyewa masker, yang harga sewanya sekitar 10 ribu. Hal itu sangat penting karena Kawah Ijen selalu mengeluarkan bau Belerang yang jika sering tercium oleh kita dapat menyebabkan masalah kesehatan. Jangan lupa juga untuk membawa cukup air keatas karena di atas gunung tidak ada warung. Hehehe. Perjalanan yang cukup menyenangkan karena kita akan mendapatkan pemandangan yang luar biasa dari kawah ijen. Kawah Ijen memang mengeluarkan api berwarna biru yang memang sangat indah. Namun perjalanan menuju kawah juga tidak mudah, bebatuan belerang dan bau belerang akan menambah tantangan untuk mencapai kawah tersebut. di harap untuk selalu waspada karena bebatuan disana memang sangat licin
Blue Fire



          Kawah Ijen Siang Hari
         Jika waktu sudah menjelang pagi sunrise pun akan menemani kita dengan hangatnya, kecantikan kawah ijen pun akan semakin sempurna. Setelah itu kami mulai kembali ke tenda pukul 7. Dan kami sempat beristirahat sebentar dan akhirnya melanjutkan perjalanan lagi kesiangan harinya, kami menuju Taman Nasional Baluran di Situbondo. Jika kita ke Banyuwangi Jangan lupa untuk menikmati hidangan Nasi Campur, yang harganya kantong mahasiswa. 


 Penting !!!
Harga Tiket Kereta Ekonomi "Sri Tanjung" Jurusan Lempuyangan - Banyuwangi Baru : Rp 196.000 (PP)
Harga Tiket Masuk Kawah Ijen : Rp 7500
Harga Tiket Parkir Kawah Ijen : Rp 5000
Harga Nasi Campur : Rp 10.000 (pake telor)
Harga Sewa Motor : Rp 75.000/hari
Harga Sewa kamar : Rp 35.000/malam


Komentar

szk mengatakan…
500k itu udah sama ke baluran?

Postingan Populer