Kabut Asap : Merusak Masa Depan!

Kabut asap yang terjadi di Kalimantan dan Sumatra kali ini banyak mendapat sorotan publik. Kabut asap yang melumpuhkan aktifitas bandara Pekanbaru dan aktivitas pendidikan yang tidak berjalan sungguh merugikan berbagai banyak pihak. Hal ini seharusnya perlu mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak. Kebakaran hutan yang menyadi penyebab utama kabut asap di Kalimantan dan Sumatra. Pelaku yang menyebabkan kebakaran hutan ini harus di hukum seberat-beratnya. Hutan di Indonesia terutama di Kalimantan dan Sumatra menjadi salah satu penyumbang oksigen terbesar di dunia ini harusnya perlu dijaga dan dilestarikan. Hal-hal yang bersangkutan dengan pembukaan lahan untuk pembangunan perlu disadari bahwa pembangunan fisik itu tidak berarti apa-apa yang paling penting adalah pembangunan mental.
Perlu kita sadari tentang peran hutan untuk kehidupan. Selain untuk memproduksi oksigen didalam hutan juga terdapat banyak flora dan fauna yang sama-sama makhluk hidup. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi jika hutan hilang, pastilah hewan-hewan yang ada didalam hutan akan turun ke rumah penduduk . tentu hal itu bukanlah solusi melainkan akan membawa dampak negative yang luar biasa. Selain kita akan kekurangan oksigen, bumi juga akan semakin panas yang bisa mengakibatkan mencairnya kutub selatan. Apa yang akan terjadi bila kutub selatan mencair? Tentu pulau-pulau kecil akan tenggelam karena naiknya permukaan air laut. Kota-kota kecil sekitar pantai juga akan tenggelam. Bisa kita ambil contoh adalah Jakarta saat ini Jakarta mengalami penurunan tanah sebanyak 2 cm selama setahun, tentu Jakarta juga akan terancam tenggelam jika kutub selatan mencair.
Pembakaran hutan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatra yang menyebabkan kabut asap juga menyebabkan banyak penyakit. Seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) , iritasi mata dan hidung, membuat seseorang mudah lelah dan sesak napas. Sudah banyak korban akibat kabut asap terutama anak-anak. Sudah saatnya kita menjaga ekosistem yang ada, berhenti pembukaan lahan hanya untuk kepentingan pribadi. Berhenti mendirikan perusahaan baru di Sumatra dan Kalimantan. Biarkan Sumatra dan Kalimantan menjadi penyumbang oksigennya dengan ribuan pepohonannya. Biarkan flora dan fauna yang hidup di dalamnnya tumbuh menjadi penyeimbang ekosistem di hutan.
Kabut asap yang menjadi acara tahunan ini, harus di perhatikan. Bahkan tahun ini kabut asap menjalar lebih luas daripada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan kabut asap yang berada di Sumbar masuk dalam level berbahaya karena merusak kualitas udara. Harusnya masalah ini tidak menjadi tradisi melainkan harus di buang atau di hilangkan. Karena kabut asap ini juga merugikan perekonomian masyarakat Pontianak. berarti kabut asap tidak hanya menyebabkan penyakit, melainkan juga dapat membuat krisis ekonomi bagi beberapa daerah.
Dalam peristiwa ini tentu bisa kita ambil kesimpulan, menjaga ekosistem sama saja kita menjaga masa depan. Jika kita merusak ekosistem tentu saja masa depan yang akan dijalani oleh anak cucu kita akan berangsur buruk. Jikalau tiap tahun hutan di bakar untuk pembangunan, 20 tahun yang akan datang di Bumi tidak akan ada lagi oksigen dan tentunya semua daratan akan tenggelam karena melelehnya kutub utara dan selatan. Satu pohon sangatlah berguna bagi kelangsungan hidup. jadi harus kita dukung komunitas-komunitas yang bergerak dibidang lingkungan yang mencintai alam dan lingkungan. Mulai kita lawan segala bentuk pembangunan yang merusak lingkungan demi kelangsungan kehidupan di masa yang akan datang.

Komentar

Postingan Populer